Naff – Akhirnya Ku Menemukanmu

Januari 14, 2008 by dindayuni

Ini lyricnya juga bagus kok menurut versiku :D

Akhirnya ku menemukanmu
Saat hati ini mulai meragu
Akhirnya ku menemukanmu
Saat raga ini ingin berlabuh

Ku berharap engkau lah
Jawaban sgala risau hatiku
Dan biarkan diriku
Mencintaimu hingga ujung usiaku

Jika nanti ku sanding dirimu
Miliki aku dengan segala kelemahanku
Dan bila nanti engkau di sampingku
Jangan pernah letih tuk mencintaiku

Once – Untitled

Januari 14, 2008 by creek011

Lirik reff-nya bagus :)

….
Aku mau mendampingi dirimu
Aku mau cintai kekuranganmu
Selalu bersedia bahagiakanmu
Apapun terjadi
Kujanjikan aku ada
….
….
Aku mau mendampingi dirimu
Aku mau cintai kekuranganmu
Aku yang rela terluka
Untuk masa lalu

Happy New Year 2008

Januari 2, 2008 by creek011
Mudah2an menjadi lebih baik dalam segala hal. Seru juga acara tahun baru kemarin, soalnya tempatnya di rumah sendiri :P . Temen2 pada dateng kerumah meski hujan2 n jauh dari pusat kota. Thanks juga buat Dinda yang uda jadi navigator buat mereka sampai ke rumah meskipun beberapa kali hampir nyasar.

Ditemani hujan terus menerus, capek abis lembur sampe jam 11 malem (sori temans aku lagi banyak kerjaan pas itu), belum beli arang ama minyak tanah ( yang terakhir ini susahnya minta ampun) akhirnya kita semua bisa bakar2 n makan bareng meski semua pada pinjem tetanggaku. Acaranya sih aku ga tau persis soalnya pas dateng uda mo taon baru, yang aku tau acara sulap2an yang lumayan keren :D .

Abis bakar2 pada ngantuk semua, rencana karaoke gagal juga karena mic-nya juga ga ada, uda pada tidur semua ampe pagi, untungnya kamar ada banyak jadinya muat kita yang ber-12. Pagi2 abis bangun tidur pada makan lontong sayur (sekali lagi sori ya cuman itu yang bisa aku sediain). Bubar-an deh abis makan, huhuhu…rumahku sepi lagi. Tinggal aku ama Dinda aja, mo keluar capek plus hujan terus jadinya tidur seharian :( .

Welcome to the 2008, wish all better.

Hadiah yang Lebih Berharga

Januari 2, 2008 by dindayuni
Para penumpang bus memandang penuh simpati ketika wanita muda berpenampilan menarik dan bertongkat putih itu dengan hati-hati menaiki tangga. Dia membayar sopir bus lalu, dengan tangan meraba-raba kursi, dia berjalan menyusuri lorong sampai menemukan kursi yang tadi dikatakan kosong oleh si sopir. Kemudian ia duduk, meletakkan tasnya dipangkuannya dan menyandarkan tongkatnya pada tungkainya.

Setahun sudah lewat sejak Susan, tiga puluh empat, menjadi buta. Gara-gara salah diagnosa dia kehilangan penglihatannya dan terlempar kedunia yang gelap gulita, penuh amarah, frustasi, dan rasa kasihan pada diri sendiri.

Sebagai wanita yang sangat independen, Susan merasa terkutuk oleh nasib mengerikan yang membuatnya kehilangan kemampuan, merasa tak berdaya, dan menjadi beban bagi semua orang di sekelilingnya.

“Bagaimana mungkin ini bisa terjadi padaku ?” dia bertanya-tanya, hatinya mengeras karena marah. Tetapi, betapa pun seringnya ia menangis atau menggerutu atau berdoa, dia mengerti kenyataan yang menyakitkan itu — penglihatannya takkan pernah pulih lagi.

Depresi mematahkan semangat Susan yang tadinya selalu optimis. Mengisi waktu seharian kini merupakan perjuangan berat yang menguras tenaga dan membuatnya frustasi. Dia menjadi sangat bergantung pada Mark, suaminya. Mark seorang perwira Angkatan Udara. Dia mencintai Susan dengan tulus.

Ketika istrinya baru kehilangan penglihatannya, dia melihat bagaimana Susan tenggelam dalam keputus asaan. Mark bertekat untuk membantunya menemukan kembali kekuatan dan rasa percaya diri yang dibutuhkan Susan untuk menjadi mandiri lagi.

Latar belakang militer Mark membuatnya terlatih untuk menghadapi berbagai situasi darurat, tetapi dia tahu, ini adalah pertempuran yang paling sulit yang pernah dihadapinya.

Akhirnya, Susan merasa siap bekerja lagi. Tetapi, bagaimana dia akan bisa sampai ke kantornya? Dulu Susan biasa naik bus, tetapi sekarang terlalu takut untuk pergi ke kota sendirian. Mark menawarkan untuk mengantarkannya setiap hari, meskipun tempat kerja mereka terletak di pinggir kota yang berseberangan.

Mula-mula, kesepakatan itu membuat Susan nyaman dan Mark puas karena bisa melindungi istrinya yang buta, yang tidak yakin akan bisa melakukan hal-hal paling sederhana sekalipun.

Tetapi, Mark segera menyadari bahwa pengaturan itu keliru — membuat mereka terburu-buru, dan terlalu mahal. Susan harus belajar naik bus lagi, Mark menyimpulkan dalam hati. Tetapi, baru berpikir untuk menyampaikan rencana itu kepada Susan telah membuatnya merasa tidak enak. Susan masih sangat rapuh, masih sangat marah.

Bagaimana reaksinya nanti? Persis seperti dugaan Mark, Susan ngeri mendengar gagasan untuk naik bus lagi. “Aku buta !” tukasnya dengan pahit. “Bagaimana aku bisa tahu kemana aku pergi? Aku merasa kau akan meninggalkanku” Mark sedih mendengar kata-kata itu, tetapi ia tahu apa yang harus dilakukan. Dia berjanji bahwa setiap pagi dan sore, ia akan naik bus bersama Susan, selama masih diperlukan,sampai Susan hafal dan bisa pergi sendiri.

Dan itulah yang terjadi. Selama dua minggu penuh Mark, menggunakan seragam militer lengkap, mengawal Susan ke dan dari tempat kerja, setiap hari. Dia mengajari Susan bagaimana menggantungkan diri pada indranya yang lain, terutama pendengarannya, untuk menemukan dimana ia berada dan bagaimana beradaptasi dengan lingkungan yang baru. Dia menolong Susan berkenalan dan berkawan dengan sopir-sopir bus dan menyisakan satu kursi kosong untuknya.

Dia membuat Susan tertawa, bahkan pada hari-hari yang tidak terlalu menyenangkan ketika Susan tersandung waktu turun dari bus, atau menjatuhkan tasnya yang penuh berkas di lorong bus. Setiap pagi mereka berangkat bersama-sama, setelah itu Mark akan naik taksi ke kantornya.

Meskipun pengaturan itu lebih mahal dan melelahkan daripada yang pertama,Mark yakin bahwa hanya soal waktu sebelum Susan mampu naik bus tanpa dikawal. Mark percaya kepadanya, percaya kepada Susan yang dulu dikenalnya sebelum wanita itu kehilangan penglihatannya; wanita yang tidak pernah takut menghadapi tantangan apapun dan tidak akan pernah menyerah.

Akhirnya, Susan memutuskan bahwa dia siap untuk melakukan perjalanan itu seorang diri.

Tibalah hari Senin. Sebelum berangkat, Susan memeluk Mark yang pernah menjadi kawannya satu bus dan sahabatnya yang terbaik. Matanya berkaca-kaca, penuh air mata syukur karena kesetiaan, kesabaran dan cinta Mark. Dia mengucapkan selamat berpisah. Untuk pertama kalinya mereka pergi ke arah yang berlawanan.

Senin, Selasa, Rabu, Kamis…Setiap hari dijalaninya dengan sempurna. Belum pernah Susan merasa sepuas itu. Dia berhasil ! Dia mampu berangkat kerja tanpa dikawal. Pada hari Jum’at pagi,seperti biasa Susan naik bus ke tempat kerja. Ketika dia membayar ongkos bus sebelum turun, sopir bus itu berkata : “Wah,aku iri padamu”. Susan tidak yakin apakah sopir itu bicara kepadanya atau tidak. Lagipula, siapa yang bisa iri pada seorang wanita buta yang sepanjang tahun lalu berusaha menemukan keberanian untuk menjalani hidup?

Dengan penasaran, dia berkata kepada sopir itu, “Kenapa kau bilang kau iri kepadaku?” Sopir itu menjawab, “Kau pasti senang selalu dilindungi dan dijagai seperti itu”

Susan tidak mengerti apa maksud sopir itu. Sekali lagi dia bertanya, “Apa maksudmu ?” Kau tahu, minggu kemarin, setiap pagi ada seorang pria tampan berseragam militer berdiri di sudut jalan dan mengawasimu waktu kau turun dari bus. Dia memastikan bahwa kau menyeberang dengan selamat dan dia mengawasimu terus sampai kau masuk ke kantormu. Setelah itu dia meniupkan ciuman, memberi hormat ala militer, lalu pergi. Kau wanita yang beruntung”,kata sopir itu.

Air mata bahagia membasahi pipi Susan. Karena meskipun secara fisik tidak dapat melihat Mark, dia selalu bisa memastikan kehadirannya. Dia beruntung, sangat beruntung, karena Mark memberikannya hadiah yang jauh lebih berharga daripada penglihatan, hadiah yang tak perlu dilihatnya dengan matanya untuk menyakinkan diri — hadiah cinta yang bisa menjadi penerang dimanapun ada kegelapan.

Cinta

Desember 27, 2007 by creek011
Seorang pria dan kekasihnya menikah dan acaranya pernikahannya sungguh megah. Semua kawan-kawan dan keluarga mereka hadir menyaksikan dan menikmati hari yang berbahagia tersebut. Suatu acara yang luar biasa mengesankan.

Mempelai wanita begitu anggun dalam gaun putihnya dan pengantin pria dalam tuxedo hitam yang gagah. Setiap pasang mata yang memandang setuju mengatakan bahwa mereka sungguh-sungguh saling mencintai.

Beberapa bulan kemudian, sang istri berkata kepada suaminya, “Sayang, aku baru membaca sebuah artikel di majalah tentang bagaimana memperkuat tali pernikahan” katanya sambil menyodorkan majalah tersebut.

“Masing-masing kita akan mencatat hal-hal yang kurang kita sukai dari pasangan kita. Kemudian, kita akan membahas bagaimana merubah hal-hal tersebut dan membuat hidup pernikahan kita bersama lebih bahagia…..”

Suaminya setuju dan mereka mulai memikirkan hal-hal dari pasangannya yang tidak mereka sukai dan berjanji tidak akan tersinggung ketika pasangannya mencatat hal-hal yang kurang baik sebab hal tersebut untuk kebaikkan mereka bersama. Malam itu mereka sepakat untuk berpisah kamar dan mencatat apa yang terlintas dalam benak mereka masing-masing.

Besok pagi ketika sarapan, mereka siap mendiskusikannya. “Aku akan mulai duluan ya”, kata sang istri. Ia lalu mengeluarkan daftarnya. Banyak sekali yang ditulisnya, sekitar 3 halaman… Ketika ia mulai membacakan satu persatu hal yang tidak dia sukai dari suaminya, ia memperhatikan bahwa airmata suaminya mulai mengalir…..

“Maaf, apakah aku harus berhenti ?” tanyanya.

“Oh tidak, lanjutkan…” jawab suaminya.

Lalu sang istri melanjutkan membacakan semua yang terdaftar, lalu kembali melipat kertasnya dengan manis diatas meja dan berkata dengan bahagia “Sekarang gantian ya, engkau yang membacakan daftarmu”.

Dengan suara perlahan suaminya berkata “Aku tidak mencatat sesuatupun di kertasku. Aku berpikir bahwa engkau sudah sempurna, dan aku tidak ingin merubahmu. Engkau adalah dirimu sendiri. Engkau cantik dan baik bagiku. Tidak satupun dari pribadimu yang kudapatkan kurang…. “

Sang istri tersentak dan tersentuh oleh pernyataan dan ungkapan cinta serta isi hati suaminya. Bahwa suaminya menerimanya apa adanya… Ia menunduk dan menangis…..

Dalam hidup ini, banyak kali kita merasa dikecewakan, depressi, dan sakit hati. Sesungguhnya tak perlu menghabiskan waktu memikirkan hal-hal tersebut. Hidup ini penuh dengan keindahan, kesukacitaan dan pengharapan.

Mengapa harus menghabiskan waktu memikirkan sisi yang buruk, mengecewakan dan menyakitkan jika kita bisa menemukan banyak hal-hal yang indah di sekeliling kita ? Saya percaya kita akan menjadi orang yang berbahagia jika kita mampu melihat dan bersyukur untuk hal-hal yang baik dan mencoba melupakan yang buruk

Legenda Tentang Cinta

Desember 26, 2007 by creek011
Edward Wellman mengucapkan selamat tinggal kepada keluarganya di negerinya yang lama untuk mencari hidup yang lebih baik di Amerika. Ayahnya memberinya uang simpanan keluarga yang disembunyikan di dalam kantong kulit.

“Di sini keadaan sulit,” katanya sambil memeluk putranya dan mengucapkan selamat tinggal. “Kau adalah harapan kami.”

Edward naik ke kapal lintas Atlantik yang menawarkan transport gratis bagi pemuda-pemuda yang mau bekerja sebagai penyekop batubara sebagai imbalan ongkos pelayaran selama sebulan. Kalau Edward menemukan emas di Pegunungan Colorado, keluarganya akan menyusul.

Berbulan-bulan Edward mengolah tanahnya tanpa kenal lelah. Urat emas yang tidak besar memberinya penghasilan yang pas-pasan namun teratur. Setiap hari ketika pulang ke pondoknya yang terdiri atas dua kamar, Edward merindukan dan sangat ingin disambut oleh wanita yang dicintainya.

Satu-satunya yang disesalinya ketika menerima tawaran untuk mengadu nasib ke Amerika adalah terpaksa meninggalkan Ingrid sebelum secara resmi punya kesempatan mendekati gadis itu. Sepanjang ingatannya, keluarga mereka sudah lama berteman dan selama itu pula diam-diam dia berharap bisa memperistri Ingrid. Rambut Ingrid yang ikal panjang dan senyumnya yang menawan membuatnya menjadi putri Keluarga Henderson yang paling cantik. Edward baru sempat duduk di sampingnya dalam acara-acara piknik jemaat gereja dan mengarang alasan-alasan konyol untuk singgah di rumah gadis itu agar bisa betemu dengannya. Setiap malam sebelum tidur di kabinnya, Edward ingin sekali membelai rambut Ingrid yang pirang kemerahan dan memeluk gadis itu. Akhirnya, dia menyurati ayahnya, meminta bantuannya untuk mewujudkan impiannya.

Kira-kira setahun kemudian, sebuah telegram datang mengabarkan rencana untuk membuat hidup Edward menjadi lengkap. Pak Henderson akan mengirimkan putrinya kepada Edward di Amerika. Putrinya itu suka bekerja keras dan punya intuisi bisnis. Dia akan bekerja sama dengan Edward selama setahun dan membantunya mengembangkan bisnis penambangan emas. Diharapkan, setelah setahun itu keluarganya akan mampu datang ke Amerika untuk menghadiri pernikahan mereka. Hati Edward sangat bahagia. Dia menghabiskan satu bulan berikutnya untuk mengubah pondoknya menjadi tempat tinggal yang nyaman. Dia membeli ranjang sederhana untuk tempat tidurnya di ruang duduk dan menata bekas tempat tidurnya agar pantas untuk seorang wanita. Gorden dari bekas karung goni yang menutupi kotornya jendela diganti dengan kain bermotif bunga dari bekas karung terigu. Di meja samping tempat tidur dia meletakkan wadah kaleng berisi bunga-bunga kering yang dipetiknya di padang rumput.

Akhirnya, tibalah hari yang sudah dinanti-nantikannya sepanjang hidup. Dengan tangan membawa seikat bunga daisy segar yang baru dipetik, dia pergi ke stasiun kereta api. Asap mengepul dan roda-roda berderit ketika kereta api mendekat lalu berhenti. Edward melihat setiap jendela, mencari senyum dan rambut ikal Ingrid.

Jantungnya berdebar kencang penuh harap, kemudian terentak karena kecewa. Bukan Ingrid, tetapi Marta kakaknya, yang turun dari kereta api. Gadis itu berdiri malu-malu di depannya, matanya menunduk. Edward hanya bisa memandang terpana. Kemudian, dengan tangan gemetar diulurkannya buket bunga itu kepada Marta.

“Selamat datang,” katanya lirih, matanya menatap nanar. Senyum tipis menghias wajah Marta yang tidak cantik.

Aku senang ketika Ayah mengatakan kau ingin aku datang ke sini,” kata Marta, sambil sekilas memandang mata Edward sebelum cepat-cepat menunduk lagi.

“Aku akan mengurus bawaanmu,” kata Edward dengan senyum terpaksa. Bersama-sama mereka berjalan ke kereta kuda. Pak Henderson dan ayahnya benar. Marta memang punya intuisi bisnis yang hebat. Sementara Edward bekerja di tambang, dia bekerja di kantor. Di meja sederhana di sudut ruang duduk, dengan cermat Marta mencatat semua kegiatan di tambang. Dalam waktu enam bulan, aset mereka telah berlipat dua. Masakannya yang lezat dan senyumnya yang tenang menghiasi pondok itu dengan sentuhan ajaib seorang wanita. Tetapi bukan wanita ini yang kuinginkan, keluh Edward dalam hati, setiap malam sebelum tidur kecapekan di ruang duduk. Mengapa mereka mengirim Marta? Akankah dia bisa bertemu lagi dengan Ingrid?

Apakah impian lamanya untuk memperistri Ingrid harus dilupakannya? Setahun lamanya Marta dan Edward bekerja, bermain, dan tertawa bersama, tetapi tak pernah ada ungkapan cinta. Pernah sekali, Marta mencium pipi Edward sebelum masuk ke kamarnya. Pria itu hanya tersenyum canggung. Sejak itu, kelihatannya Marta cukup puas dengan jalan-jalan berdua menjelajahi pegunungan atau dengan mengobrol di beranda setelah makan malam.

Pada suatu sore di musim semi, hujan deras mengguyur punggung bukit, membuat jalan masuk ke tambang mereka longsor. Dengan kesal Edward mengisi karung-karung pasir dan meletakkannya sedemikan rupa untuk membelokkan arus air. Badannya lelah dan basah kuyup, tetapi tampaknya usahanya sia-sia. Tiba-tiba Marta muncul di sampingnya, memegangi karung goni yang terbuka. Edward menyekop dan memasukkan pasir ke dalamnya, kemudian dengan tenaga sekuat lelaki, Marta melemparkan karung itu ke tumpukan lalu membuka karung lainnya. Berjam-jam mereka bekerja dengan kaki terbenam lumpur setinggi lutut, sampai hujan reda. Dengan berpegangan tangan mereka berjalan pulang ke pondok.

Sambil menikmati sup panas, Edward mendesah,”Aku takkan dapat menyelamatkan tambang itu tanpa dirimu. Terima kasih, Marta.”

“Sama-sama,” gadis itu menjawab sambil tersenyum tenang seperti biasa, lalu tanpa berkata-kata dia masuk ke kamarnya.

Beberapa hari kemudian, sebuah telegram datang mengabarkan bahwa Keluarga Henderson dan Keluarga Wellman akan tiba minggu berikutnya. Meskipun berusaha keras menutup-nutupinya, jantung Edward kembali berdebar-debar seperti dulu karena harapan akan bertemu lagi dengan Ingrid. Dia dan Marta pergi ke stasiun kereta api.

Mereka melihat keluarga mereka turun dari kereta api di ujung peron. Ketika Ingrid muncul, Marta menoleh kepada Edward.

“Sambutlah dia,” katanya.

Dengan kaget, Edward berkata tergagap, “Apa maksudmu?”

“Edward, sudah lama aku tahu bahwa aku bukan putri Henderson yang kauinginkan. Aku memperhatikan bagaimana kau bercanda dengan Ingrid dalam acara-acara piknik jemaat gereja.” Dia mengangguk ke arah adiknya yang sedang menuruni tangga kereta. “Aku tahu bahwa dia, bukan aku, yang kauinginkan menjadi istrimu.”

“Tapi…”

Marta meletakkan jarinya pada bibir Edward. “Ssstt,” bisiknya. “Aku mencintaimu, Edward. Aku selalu mencintaimu. Karena itu, yang kuinginkan hanya melihatmu bahagia. Sambutlah adikku.”

Edward mengambil tangan Marta dari wajahnya dan menggenggamnya. Ketika Marta menengadah, untuk pertama kalinya Edward melihat betapa cantiknya gadis itu. Dia ingat ketika mereka berjalan-jalan di padang rumput, ingat malam-malam tenang yang mereka nikmati di depan perapian, ingat ketika Marta membantunya mengisi karung-karung pasir. Ketika itulah dia menyadari apa yang sebenarnya selama berbulan-bulan telah diketahuinya.

“Tidak, Marta. Engkau-lah yang kuinginkan.” Edward merengkuh gadis itu ke dalam pelukannya dan mengecupnya dengan cinta yang tiba-tiba membuncah di dalam dadanya.

Keluarga mereka berkerumun mengelilingi mereka dan berseru-seru, “Kami datang untuk menghadiri pernikahan kalian!”

Rapat di rumah

Desember 18, 2007 by creek011
Baru kali ini rumahku dipakai untuk rame2 sebuah komunitas, klo denger ini pasti Dinda ketawa deh, soalnya ga biasanya aku care ama yang beginian. Yap, tadi malem bapak2 perumahan kumpul untuk bicarain pemilihan ketua RT baru. Ditemani ujan n konsumsi seadanya ngobrol ngalur ngidul sampe jam 10. Ga terasa uda ngantuk n akhirnya pada pulang.

Ada hal baru yang aku dapet dari situ, lebih bisa lebih akrab dengan tetangga, yang mana hal itu jarang aku temui selama tinggal dijakarta karena kesibukan masing2.

Rumahku kok jadi sumpek

Desember 18, 2007 by creek011
Baru sadar ternyata rumahku itu kecil, kemarin kerasa gede n luas karena ga ada barang , cuman ada karpet aja :) . Minggu kemarin beberapa ruang uda diisi furniture jadinya keliatan sumpek n sempit. Jalanan yang biasanya bisa muter2 jadinya cuman pas untuk ukuran tubuh. Meski begitu kita tetep bersyukur uda punya rumah serta isinya. Hehe…jadi inget kata sodaraku “Nah gini baru namanya rumah”.

(Cinta vs Suka) vs Sayang

Desember 13, 2007 by creek011
Aku tanya ke Dinda tentang mana yang lebih penting antara Cinta dan Sayang, ternyata Dinda bilang Sayang is more than Cinta. Mungkin cuplikan dibawah bisa membuat kita semua percaya akan kekuatan Sayang dibandingkan Cinta. Mudah2an apa yang aku rasain dengan Dinda adalah Sayang bersama Cinta melebur jadi satu. Amien..

Dihadapan orang yang kau cintai, musim dingin berubah menjadi musim semi yang indah Dihadapan orang yang kau sukai, musim dingin tetap saja musim dingin hanya suasananya lebih indah sedikit

Dihadapan orang yang kau cintai, jantungmu tiba tiba berdebar lebih cepat Dihadapan orang yang kau sukai, kau hanya merasa senang dan gembira saja

Apabila engkau melihat kepada mata orang yang kau cintai, matamu berkaca-kaca Apabila engkau melihat kepada mata orang yang kau sukai, engkau hanya tersenyum saja

Dihadapan orang yang kau cintai, kata kata yang keluar berasal dari perasaan yang terdalam Dihadapan orang yang kau sukai, kata kata hanya keluar dari pikiran saja

Jika orang yang kau cintai menangis, engkaupun akan ikut menangis disisinya Jika orang yang kau sukai menangis, engkau hanya menghibur saja

Perasaan cinta itu dimulai dari mata, sedangkan rasa suka dimulai dari telinga Jadi jika kau mau berhenti menyukai seseorang, cukup dengan menutup telinga. Tapi apabila kau mencoba menutup matamu dari orang yang kau cintai, cinta itu berubah menjadi tetesan air mata dan terus tinggal dihatimu dalam jarak waktu yang cukup lama.

Tetapi selain rasa suka dan rasa cinta… ada perasaan yang lebih mendalam.
Yaitu rasa sayang…. rasa yang tidak hilang secepat rasa cinta,
Rasa yang tidak mudah berubah.
Perasaan yang dapat membuatmu berkorban untuk orang yang kamu sayangi.
Mau menderita demi kebahagiaan orang yang kamu sayangi.
Cinta ingin memiliki.

”Tetapi Sayang hanya ingin melihat orang yang disayanginya bahagia. walaupun harus kehilangan.”

The Art of Being Health

Desember 12, 2007 by creek011
Barusan dapat presentation dari sahabat tentang “seni untuk menjadi sehat” yang disadur dari Dr. Drauzilo Varella. Ini beberapa summary dari aku bagaimana agar kita tetap selalu sehat, positive thinking dan bisa bebas dari painful, mudah2an ga ada yang salah :) . Ini lah beberapa langkah agar kita jauh dari sakit (If you don’t want to be ill).

  1. Speaks your feeling
    Emosi dan perasaan yang selalu ditutup – tutupi, time by time akan bisa menyebabkan kita sakit dan akan mungkin bisa menyebabkan kanker. Oleh karena itu jika kita membagi our intimacy, our secrets dan our errors ke orang lain maka kita akan menjadi lebih confident. Percakapan, obrolan, kata – kata adalah beberapa contoh sebagai obat dan therapy yang menakjubkan untuk kesehatan kita

  2. Make decisions
    Orang2 yang tidak mempunyai keputusan adalah orang2 yang tetap dalam keraguan besar dan merupakan korban dari gastric ailment, nervous pains dan masalah2 pada kulit (problem of skin). Sejarah manusai dibuat berdasarkan keputusan oleh karena itu untuk memutuskan sesuatu kita harus melihat keuntungan, kerugian dan nilai sebuah kemenangan.
  3. Find solutions
    Negative people tidak pernah mencari solusi dan malah memperbesar suatu masalah. Mereka biasanya lebih menyukai lamentation(mengeluh), gossip, dan pessimism. Oleh karena itu lebih baik to light a match daripada regret the darkness. Contohnya adalah lebah adalah binatang kecil, tapi dia tidak pernah merasa menyesal akan itu melainkan tetap bangga karena menghasilkan sweetest things that exist. We are what we think, sehingga negative thought menhasilkan negative energy yang akan ditransformasikan manjadi illness
  4. Don’t live by appearances
    Jangan pernah menyembunyikan reality, pura2, berlagak dan selalu memperlihatkan dalam kondisi of being well. Biasanya mereka ingin terlihat sempurna, easy-going, good etc. Justru hal inilah yang menjadikan beban berat. Orang2 seperti ini adalah people with a lot of varnish(polesan luar yang bagus) and little root. Takdir mereka adalah the pharmacy, the hospital and pain
  5. Accept
    Penolakan akan acceptance(dukungan) dan absen dari self-esteem(penghargaan untuk diri sendiri) membuat kita alianate ourselves. Menjadi dari diri kita sendiri merupakan inti dari kehidupan yang sehat. Mereka yang tidak pernah menerima ini akan menjadi envious(iri), jealous(cemburu), imitators(pencontek), ultra-competitive dan cenderung destructive. Be accepted, accept that you are accepted, accept the criticism. It is wisdom, good sense and therapy
  6. Trust
    Siapa saja yang tidak percaya, tidak komunikasi, tidak terbuka, tidak berhubungan, tidak mencoba membuat deep and stabel relations, tidak pernah tahu bagaimana membuat true frienships. Tanpa kepercayaan diri tidak ada yang namanya relationship. Ketidakpercayaan akan sesuatu adalah kurang adanya faith(keyakinan) dalam diri kamu dan terhadap keyakinan itu sendiri
  7. Do not live life sad
    Good humor(suka bercanda), laughter(orang yang suka ketawa), rest(istirahat cukup), happyness(selalu dalam kondisi bahagia) merupakan hal2 simple yang bisa melengkapi kesehatan kita dan akan membawa long life. The happy person has the gift to improve enviroment whereever they live. “Good humor saves us from the hands of the doctor”. Kebahagiaan adalah kesehatan dan terapi yang bagus.
Jika kalian sayang dengan seseorang, sampaikanlah ini agar orang yang ada sayangi akan tetap hidup dalam kebahagian dan selalu sehat.